Temuan tulang pesisir Aceh di kawasan Aceh Besar sempat ramai dibicarakan warga hingga menyebar lewat unggahan media sosial. Bagi pembaca di Medan dan Sumatera Utara, peristiwa ini mengingatkan kembali dampak jangka panjang tsunami terhadap garis pantai di ujung barat pulau. Polsek Peukan Bada di bawah Polresta Banda Aceh sudah turun menelusuri lokasi agar informasi yang beredar tidak menimbulkan spekulasi liar.
Menurut keterangan resmi, titik temuan berada di Dusun Imuem Daud, Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Kapolsek Peukan Bada Iptu Suriyatno menjelaskan bahwa penelusuran dilakukan bersama perangkat gampong setempat. Langkah itu diambil setelah video dan foto lokasi menjadi perbincangan publik.
Lokasi temuan dan keterangan perangkat gampong
Perangkat Gampong Lamguron menyampaikan bahwa area tersebut dulu merupakan daratan. Di sana terdapat perkebunan kelapa serta deretan pemakaman lama yang membentang di sepanjang garis pantai. Setelah bencana tsunami, bentang alam berubah drastis. Sebagian lahan tergerus air laut dan beralih menjadi kawasan perairan.
Suriyatno menegaskan dugaan awal bahwa material tulang yang muncul bukan temuan kriminal baru. Material itu diyakini berasal dari sisa kawasan pemakaman lama yang sudah ada sebelum bencana besar tersebut. Warga setempat mengingat, sebelum tsunami, makam-makam masih terlihat di sepanjang pantai dengan rentang sekitar 800 meter.
Abrasi musim timur membuka sisa makam
Proses abrasi, terutama pada musim timur, terus mengikis tepi pantai. Saat air laut surut, potongan material dari tanah pemakaman lama bisa tampak di permukaan. Kondisi ini membuat sejumlah tulang belulang yang diduga milik manusia terlihat oleh orang yang melintas atau merekam video di pesisir.
Polisi mengingatkan kemungkinan temuan serupa masih bisa muncul di kawasan yang sama. Karena itu, kewaspadaan warga diminta tetap tinggi tanpa langsung menyimpulkan ada peristiwa baru yang mengkhawatirkan. Koordinasi dini dianggap lebih aman daripada menyebarkan rekaman tanpa konteks.
Imbauan agar warga lapor lewat jalur resmi
Polsek Peukan Bada mengapresiasi masyarakat dan pengunggah video yang sudah menyampaikan informasi kondisi pesisir. Di sisi lain, kapolsek meminta siapa pun yang menemukan dugaan sisa pemakaman atau benda mencurigakan di wilayah gampong agar segera berkoordinasi dengan perangkat desa atau kepolisian.
Langkah pelaporan resmi dinilai penting untuk memastikan titik lokasi dan mencegah salah paham soal batas administrasi antar gampong. Di wilayah pesisir yang garis pantainya berubah, kejelasan wilayah administrasi sering menjadi isu sensitif jika informasi hanya beredar di media sosial.
- Laporkan temuan kepada perangkat gampong atau polsek terdekat
- Jangan langsung menyebar spekulasi tanpa klarifikasi
- Perhatikan kondisi air surut yang bisa menyingkap material lama
Mengapa isu pesisir Aceh relevan bagi pembaca Sumut
Bagi warga Medan dan sekitarnya, dinamika pesisir Aceh sering menjadi rujukan soal mitigasi bencana dan perubahan garis pantai di Sumatera. Abrasi pasca-tsunami bukan hanya soal sejarah, melainkan proses alam yang masih berlangsung dan memengaruhi ruang publik di tepi laut. Klarifikasi polisi membantu meredam hoaks yang mudah menyebar lintas provinsi.
Hingga keterangan terakhir yang dikutip media, penelusuran masih berfokus pada verifikasi lokasi dan keterangan warga setempat. Tidak ada pernyataan yang mengarah pada dugaan tindak pidana baru terkait temuan tersebut. Publik diimbau menunggu informasi resmi bila ada perkembangan lanjutan dari Polresta Banda Aceh.
Dengan pendekatan tenang dan berbasis fakta lapangan, temuan di pantai Lamguron diharapkan tidak memicu kepanikan. Komunikasi antara warga, perangkat gampong, dan kepolisian tetap menjadi kunci agar setiap temuan di pesisir tertangani secara tertib.
Sumber: Liputan6.
