DAERAH
Indeks
Nasional

Sisa Api Lahan Depan Bandara Tjilik Riwut Masih Mengepul, Udara Palangka Raya Buruk

Kabut keabu-abuan menyelimuti kawasan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Jumat, 4 September 2026. Bukan awan hujan yang menutup cahaya matahari, melainkan asap Palangka Raya yang berasal dari lahan kosong di depan bandar udara. Aroma terbakar terasa tajam hingga ke jalan raya, meski kobaran api sudah tak tampak di permukaan.

Bagi pembaca di Medan dan Sumatera Utara, pemandangan serupa bukan hal asing. Kabut asap lintas pulau kerap menjadi isu nasional setiap musim kemarau. Situasi di ibu kota Kalimantan Tengah ini kembali mengingatkan pentingnya pemantauan titik api dan kualitas udara di berbagai wilayah.

Lahan kering di Panarung jadi sumber kepulan

Titik bekas kebakaran berada di sisi Jalan Adonis Samad, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya. Lahan tersebut dipenuhi alang-alang dan rumput tinggi yang sebagian besar sudah mengering. Di sela-sela tumbuhan terlihat bercak hitam, abu, dan sisa material yang baru saja dilalap api.

Menelusuri area itu tidak mudah. Tanah lunak membuat pijakan mudah goyah. Ranting serta tumbuhan berduri menggores kulit bila petugas atau wartawan hanya mengenakan pakaian lengan pendek. Jarak puluhan meter terasa jauh karena medan berat dan asap yang masih mengepul di sejumlah titik.

TNI dan pemadam masih berjibaku di lapangan

Prajurit TNI AD dari Kodam XXII/Tambun Bungai bersama petugas pemadam kebakaran terus menyisir lokasi. Mereka memanfaatkan air dari empang di depan Bandara Tjilik Riwut. Selang diarahkan ke bagian lahan yang masih mengeluarkan asap, termasuk sisi timur yang disebut masih menyimpan sisa bara.

Jejak kaki dan jalur selang menjadi penuntun di tengah kontur tanah yang tidak rata. Penanganan dilakukan secara bertahap agar bara di bawah permukaan tidak kembali membesar. Hingga laporan ini disusun, fokus utama tetap pada pendinginan lahan dan pencegahan api menjalar ke area sekitar bandara.

Operasional bandara berjalan, warga beraktivitas seperti biasa

Meski asap membumbung di seberang kawasan bandara, lalu lintas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut dilaporkan tetap normal. Maskapai menjalankan jadwal tanpa gangguan berarti. Warga di sekitar lokasi juga tetap menjalani aktivitas harian, meskipun sebagian terlihat memakai masker saat melintas.

Namun, kondisi visual di luar terminal cukup gelap. Sinar matahari terhalang kepulan asap sehingga suasana siang hari terasa redup. Pendatang yang baru mendarat langsung disambut kabut keabu-abuan dari arah lahan kosong tersebut.

Kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat

Data Indeks Kualitas Udara (AQI) menempatkan Palangka Raya pada kategori sangat tidak sehat. Polutan utama yang terukur adalah PM2.5, partikel halus yang mudah terhirup hingga saluran pernapasan dalam. Asap yang terbawa angin memperburuk paparan di kawasan kota, bukan hanya di titik kebakaran.

  • Lokasi utama: lahan depan Bandara Tjilik Riwut, Panarung, Pahandut
  • Status lapangan: sisa asap dan bara masih ditangani TNI serta pemadam
  • Bandara: operasional penerbangan masih normal
  • Udara kota: AQI sangat tidak sehat dengan polutan dominan PM2.5

Masyarakat diingatkan membatasi aktivitas luar ruangan bila tidak mendesak, terutama anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan. Penggunaan masker yang layak tetap disarankan saat melintas kawasan berasap.

Pemantauan karhutla di Kalimantan Tengah perlu terus diikuti karena dampak asap dapat merambat lintas wilayah. Untuk warga Sumut, informasi ini menjadi pengingat bahwa pengendalian lahan kering dan kesiapsiagaan pemadaman adalah isu bersama, bukan hanya urusan satu provinsi. Penanganan sisa titik api di depan bandara diharapkan segera tuntas agar kualitas udara berangsur membaik.

Sumber: Liputan6.

Tag: asap Palangka Raya, Bandara Tjilik Riwut, karhutla Kalteng, kualitas udara, pemadaman lahan, PM2.5, Kodam Tambun Bungai