PT Permodalan Nasional Madani (Persero) memperluas dukungan pascabencana di Nusa Tenggara Timur dengan memasang toren air PNM di lokasi pengungsian. Langkah itu diambil lewat program PNM Peduli agar warga di Posko Pengungsian Robo, Ruteng, memperoleh akses air bersih harian setelah gempa mengguncang wilayah tersebut. Bagi pembaca di Medan dan Sumatera Utara yang mengenal PNM sebagai lembaga pembiayaan UMKM, aksi sosial ini menandai peran korporasi yang juga aktif di ranah kemanusiaan nasional.
Kapasitas toren dan sumber air di posko Robo
Dua unit tangki air dipasang untuk dipakai bersama. Satu toren berkapasitas 2.200 liter dan satu lagi 1.100 liter. Air yang mengisi tangki bersumber dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ruteng sehingga kualitasnya sesuai standar layanan publik setempat.
Ketersediaan air diarahkan untuk kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari mandi, mencuci, kakus, hingga minum. Infrastruktur sederhana ini dipilih agar manfaatnya tidak habis dalam sekali pakai, melainkan menopang aktivitas sanitasi selama warga masih tinggal di posko.
Alasan air bersih jadi prioritas tanggap darurat
Direktur Utama PNM Kindaris menekankan bahwa air bersih di pengungsian tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah risiko kesehatan. Setelah bantuan pangan tersalurkan, kebutuhan harian yang terus muncul justru bergeser ke akses air yang stabil setiap hari.
Menurutnya, respons perusahaan disusun bertahap mengikuti temuan di lapangan. Pemetaan kebutuhan dilakukan setelah memastikan kondisi karyawan serta nasabah di wilayah terdampak, lalu bantuan disesuaikan dengan prioritas yang paling dekat dengan keseharian warga.
Rentetan bantuan PNM Peduli sebelum toren terpasang
Sebelum toren air tiba, PNM Peduli telah menyalurkan bantuan pangan ke sejumlah titik pengungsian. Dukungan lain mencakup kebutuhan bayi dan perempuan serta penguatan dapur umum. Pola ini menunjukkan bahwa bantuan digeser dari konsumsi langsung menuju fasilitas bersama yang bisa dipakai berulang.
Pendekatan tersebut dinilai relevan di fase pemulihan awal, ketika posko masih menjadi pusat aktivitas warga. Dengan toren terhubung ke PDAM, pengelola posko dan pengungsi tidak bergantung sepenuhnya pada distribusi galon atau jerigen yang mudah terputus.
Harapan pemanfaatan jangka menengah di pengungsian
Kindaris berharap toren tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi memudahkan warga selama masa pengungsian berlangsung. PNM menyatakan akan terus memantau kondisi lapangan dan meninjau apakah masih ada celah bantuan lain yang bisa diisi tanpa mengabaikan prinsip tepat sasaran.
Di tengah pemulihan pascagempa NTT, fasilitas air bersama diharapkan sedikit meringankan beban logistik harian. Bagi komunitas pembaca Liputan Sumut, kisah ini juga menjadi contoh bagaimana BUMN pembiayaan mikro merespons bencana di luar pulau, selaras dengan semangat gotong royong yang familiar di Sumatera Utara.
Ke depan, efektivitas bantuan akan terlihat dari kelancaran pengisian toren, kebersihan area MCK, dan kemampuan warga mempertahankan pola hidup sehat di hunian sementara. Pemantauan berkala tetap diperlukan agar infrastruktur kecil ini benar-benar terpakai optimal hingga pengungsi kembali ke hunian tetap.
Sumber: Tempo.
