DAERAH
Indeks
Nasional

Gagal Las ATM di Minimarket Cengkareng, Satu Keluarga Alihkan Aksi ke Rokok

Upaya bobol ATM Cengkareng oleh satu keluarga di kawasan Kapuk Raya, Jakarta Barat, berakhir gagal setelah pasokan oksigen untuk pengelasan mesin habis. Kasus yang dilaporkan Februari 2026 itu kemudian dibeberkan polisi, termasuk motif ekonomi dan status satu pelaku yang masih buron. Bagi pembaca di Medan dan Sumatera Utara, peristiwa ini menjadi pengingat soal risiko keamanan minimarket serta mesin ATM di lokasi ritel.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi menjelaskan bahwa tiga orang yang merupakan satu keluarga merencanakan aksi tersebut. Mereka adalah bapak tiri berinisial RH, ibu kandung berinisial D, dan anak berinisial H. RH dan H masuk ke dalam minimarket membawa peralatan las, sementara D bertugas mengawasi situasi di luar agar aksi tidak langsung tercium.

Urutan aksi dan titik kegagalan di lokasi

Setelah masuk, RH bersama H mencoba menjebol mesin ATM dengan cara mengelas. Proses itu terhenti karena bahan oksigen yang dipakai tiba-tiba habis. Tanpa akses ke uang di dalam mesin, sasaran dialihkan ke barang yang lebih mudah diambil, yakni sejumlah rokok di dalam minimarket.

Polisi juga menemukan indikasi pelaku memakai pakaian menyerupai seragam karyawan minimarket. Pakaian itu dibeli secara daring dan diduga dimaksudkan untuk mengelabui orang di sekitar lokasi maupun rekaman kamera pengawas. Temuan ini memperkuat gambaran bahwa aksi disusun dengan persiapan, meski pada akhirnya tidak berhasil membuka brankas ATM.

Siapa ditangkap dan siapa masih DPO

Dalam pengungkapan tersebut, aparat mengamankan dua pelaku: anak berinisial H dan ibu kandung berinisial D. Bapak tiri berinisial RH belum tertangkap dan telah dimasukkan ke daftar pencarian orang. Nasriadi menyebut desakan ekonomi menjadi latar yang mendorong mereka, serta menyebut RH diduga membujuk istrinya ikut serta.

Penyidik menilai pola penggunaan alat las pada mesin ATM mengisyaratkan pelaku bukan pemula. Keberanian memakai peralatan khusus dan langkah yang relatif terorganisasi membuat polisi yakin modus serupa kemungkinan sudah pernah dicoba sebelumnya oleh pihak yang sama, meski rincian kasus lama tidak diuraikan secara terpisah dalam jumpa pers tersebut.

Barang bukti dan peralatan yang dibuang

Sejumlah barang bukti diamankan, antara lain baju merah marun, pakaian yang menyerupai seragam minimarket, satu unit telepon seluler, dan tong sampah. Peralatan las yang dipakai untuk mencoba membuka ATM dibuang ke Kali Angke. Petugas unit Resmob masih berupaya menemukannya karena bobot perangkat relatif berat dan lokasi pembuangan menyulitkan pencarian cepat.

  • Pelaku inti di dalam lokasi: RH dan H
  • Pengawas di luar: D
  • Status hukum: H dan D diamankan; RH DPO
  • Sasaran akhir setelah gagal: rokok di minimarket

Pelajaran keamanan untuk ritel dan nasabah di daerah

Meskipun kejadian berlangsung di Jakarta Barat, pola gagalnya pembobolan dengan las serta pengalihan ke pencurian barang ritel relevan bagi pengelola minimarket dan warga Medan yang mengandalkan ATM di gerai modern. Penguatan pantauan CCTV, pemeriksaan seragam petugas, serta respons cepat saat ada aktivitas mencurigakan di dekat mesin uang tunai dapat mengurangi celah serupa.

Polisi menekankan bahwa motif ekonomi tidak meniadakan proses hukum. Dua pelaku yang sudah diamankan menghadapi penyidikan lanjutan, sementara pengejaran terhadap RH terus berjalan. Masyarakat diimbau tidak meniru atau menyebarkan cara teknis perusakan mesin, dan segera melapor jika melihat aktivitas las atau perusakan di sekitar ATM minimarket.

Secara ringkas, aksi satu keluarga di Kapuk Raya, Cengkareng, gagal di tengah jalan karena oksigen las habis, berlanjut pada pencurian rokok, dan berujung pada penangkapan dua orang plus satu buronan. Fakta resmi bersumber dari keterangan Kapolres Metro Jakarta Barat serta barang bukti yang diumumkan dalam konferensi pers.

Sumber: Liputan6.

Tag: pembobolan ATM, Cengkareng, Jakarta Barat, minimarket, keamanan ATM, DPO, Polisi Metro Jabar, kasus pencurian