DAERAH
Indeks
Ekonomi

Perencanaan Warisan Lintas Generasi Jadi Fokus Sun Life dan CIMB Niaga

Isu legacy planning atau perencanaan warisan lintas generasi kembali mendapat sorotan setelah Sun Life Indonesia bersama PT Bank CIMB Niaga Tbk menggelar sesi Wealth Practice pada CIMB Niaga Wealth XPO 2026. Bagi pembaca di Medan dan Sumatera Utara, tema ini relevan karena banyak keluarga yang mengelola usaha, aset properti, hingga tabungan pendidikan anak tanpa peta warisan yang jelas. Kegiatan bertema “Legacy Beyond Wealth: Menyiapkan Nilai, Perlindungan dan Pilihan Hidup untuk Generasi Berikutnya” menekankan bahwa kekayaan perlu dikelola, dilindungi, lalu diteruskan secara terencana.

Dalam forum tersebut, narasumber mengingatkan bahwa warisan bukan hanya soal nominal harta. Nilai keluarga, rasa aman, pendidikan, dan ruang bagi anak untuk memilih jalan hidup dinilai sama pentingnya dengan aset finansial. Pendekatan ini memberi kerangka praktis bagi orang tua di kota besar seperti Medan yang sering menunda diskusi warisan karena dianggap sensitif.

Pesan nilai dan kebebasan bagi generasi penerus

Najwa Shihab menegaskan batasan peran orang tua dalam menentukan masa depan anak. Menurutnya, kehidupan anak tidak bisa dipilihkan sepenuhnya. Yang bisa disiapkan adalah bekal nilai sebagai kompas serta fondasi yang membuka pilihan. Perspektif itu memperluas makna legacy planning dari sekadar pembagian harta menjadi penyiapan karakter dan arah hidup.

Izzat Ibrahim Assegaf menambahkan bahwa legacy mencakup nilai, rasa aman, dan kesiapan menghadapi masa depan. Perlindungan finansial, termasuk asuransi, disebut sebagai salah satu instrumen yang menopang rasa aman tersebut. Dengan demikian, perencanaan warisan digambarkan sebagai kombinasi soft value dan hard protection, bukan pilihan salah satu saja.

Langkah terstruktur dari industri asuransi dan perbankan

President Director Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, menekankan bahwa legacy yang bermakna harus diterjemahkan ke langkah nyata dan terstruktur. Ia menyebut bahwa warisan ideal berbicara tentang harta, nilai, kasih sayang, serta rasa aman yang ingin diteruskan kepada keluarga. Kolaborasi dengan CIMB Niaga menempatkan topik ini di ruang edukasi wealth management yang menjangkau nasabah ritel hingga high net worth.

Bagi keluarga di Sumut, pesan tersebut bisa dibaca sebagai ajakan untuk memetakan aset, menuliskan niat warisan, dan menyesuaikan produk proteksi dengan siklus hidup. Tanpa dokumen dan instrumen yang rapi, sengketa internal atau kekosongan dana darurat sering muncul saat kepala keluarga beralih peran atau menghadapi risiko kesehatan.

Data ketahanan finansial yang masih timpang

Sun Life Financial Resilience Index 2026 mencatat 48 persen masyarakat Indonesia belum memiliki rencana keuangan jangka panjang atau hanya merencanakan keuangan hingga satu tahun ke depan. Angka itu menjadi alarm bahwa mayoritas rumah tangga masih bergerak jangka pendek, padahal transfer kekayaan antar-generasi membutuhkan horizon tahunan hingga dekade.

Sebaliknya, kelompok yang punya rencana jangka panjang mencatat tingkat kepercayaan diri finansial 86 persen. Angka tersebut jauh di atas 25 persen pada kelompok tanpa rencana. Kesenjangan keyakinan ini menunjukkan bahwa legacy planning bukan sekadar wacana elite; ia berkorelasi langsung dengan ketenangan mengambil keputusan sehari-hari, dari biaya pendidikan hingga proteksi pendapatan.

Implikasi praktis untuk keluarga Medan dan Sumut

Meski sesi Wealth Practice berlangsung dalam rangkaian Wealth XPO 2026 yang berorientasi nasional, pelajaran intinya mudah diadaptasi di Medan. Orang tua dapat mulai dari inventarisasi aset, diskusi nilai keluarga, penunjukan ahli waris yang transparan, serta review asuransi jiwa, pendidikan, dan kesehatan. Langkah sederhana itu mengurangi risiko “kekayaan berhenti di satu generasi” akibat absennya dokumen atau proteksi.

  • Susun tujuan warisan: nilai, pendidikan, dan aset produktif.
  • Bedakan dana darurat, investasi, dan proteksi jangka panjang.
  • Libatkan pasangan dan anak dewasa dalam percakapan terbuka.
  • Tinjau ulang polis dan produk bancassurance secara berkala.

Dengan memadukan edukasi dari Sun Life dan CIMB Niaga serta kebiasaan perencanaan lokal, keluarga di Sumatera Utara berpeluang menekan ketidakpastian finansial lintas generasi. Legacy planning yang matang memberi ruang anak untuk memilih jalan hidup tanpa kehilangan jaring pengaman yang sudah dibangun orang tua.

Pada akhirnya, forum Wealth Practice di CIMB Niaga Wealth XPO 2026 menegaskan satu hal: warisan yang bertahan adalah warisan yang dirancang, dilindungi, dan dibarengi nilai. Data indeks ketahanan finansial memperkuat urgensi itu, sementara kutipan para narasumber memberi bahasa yang mudah dipahami publik luas, termasuk pembaca Liputan Sumut di Medan.

Sumber: Sindo News.

Tag: legacy planning, Sun Life Indonesia, CIMB Niaga, perencanaan warisan, keuangan keluarga, Wealth XPO 2026, asuransi, Medan Sumut