Ancaman banjir bandang Nepal kembali menguat di tengah upaya pencarian korban yang masih berlangsung di kawasan pegunungan perbatasan dengan Tibet. Enam hari setelah longsoran gletser memicu bencana mematikan, otoritas di Kathmandu memperingatkan kenaikan debit sungai yang dinilai berbahaya bagi pemukiman dan jalur transportasi utama.
Data gabungan dari badan penanggulangan bencana Nepal dan otoritas China menyebut jumlah korban jiwa telah melampaui 800 orang. Lebih dari 3.000 orang masih dinyatakan hilang, termasuk warga lokal dan ratusan warga asing yang berada di wilayah tersebut untuk bekerja, wisata pegunungan, atau ziarah.
Peringatan aliran hulu dari pihak China
Peringatan banjir besar diterbitkan ulang setelah pihak China memberi tahu Nepal soal peningkatan aliran air di bagian hulu sungai. Otoritas Nepal mencatat permukaan Sungai Bhotekoshi naik ke level yang dikhawatirkan, sementara cuaca memburuk berpotensi memicu banjir bandang susulan.
Tim penyelamat terus membersihkan ruas jalan yang menghubungkan Kathmandu dengan wilayah terdampak. Hujan semalaman dan debit sungai yang meningkat sempat menghambat operasi, termasuk menggenangi area penggalian sebelum kondisi dilaporkan membaik oleh Angkatan Darat Nepal.
Cekungan hulu masih menyimpan risiko besar
Kantor berita pemerintah China, Xinhua, mengutip Kementerian Sumber Daya Air China, melaporkan danau baru yang terbentuk setelah banjir pada Rabu di wilayah pegunungan sebagian besar telah surut. Meski demikian, sebuah cekungan sekitar 5,6 kilometer di hulu masih dipantau ketat.
Cekungan itu diperkirakan menampung sekitar 1,4 juta meter kubik air. Volume tersebut dinilai cukup untuk memicu ancaman baru bila curah hujan meningkat atau material longsoran kembali bergerak. Pemantauan intensif dilakukan agar peringatan dini dapat disampaikan ke sisi Nepal.
Rincian korban tewas dan orang hilang
Menurut badan penanggulangan bencana Nepal, korban tewas di sisi negeri itu mencapai 788 orang, sementara 2.502 orang masih hilang. Otoritas China melaporkan 16 orang tewas dan 546 orang hilang di sisi perbatasan mereka.
- Total korban tewas gabungan: lebih dari 800 orang
- Orang hilang secara keseluruhan: lebih dari 3.000
- Warga asing hilang di Tibet: 261 orang, termasuk lebih dari 100 warga Nepal serta warga negara lain
Mereka yang hilang berasal dari lebih dari selusin negara, termasuk India. Keberadaan pekerja, peziarah, dan pengunjung pegunungan membuat operasi pencarian bersifat lintas batas dan membutuhkan koordinasi intensif antara kedua negara.
Dampak kemanusiaan dan perhatian pembaca di Sumut
Bagi pembaca di Medan dan Sumatera Utara, berita bencana di Himalaya ini menjadi pengingat pentingnya pemantauan cuaca ekstrem serta kesiapsiagaan daerah pegunungan dan aliran sungai. Meskipun lokasi kejadian jauh dari Indonesia, skala korban dan keterlibatan warga banyak negara menempatkan peristiwa ini dalam radar berita internasional yang relevan.
Fokus jangka pendek tetap pada pencarian orang hilang, pemulihan akses jalan, serta pemantauan cekungan hulu yang masih berisiko. Otoritas Nepal dan China diminta terus berbagi data debit air agar peringatan dini tidak terlambat sampai ke komunitas di hilir.
Seiring cuaca yang belum stabil, warga di sekitar aliran Bhotekoshi dan kawasan terdampak diimbau mematuhi imbauan evakuasi serta menghindari jalur yang masih rawan longsor dan genangan. Upaya kemanusiaan lintas negara diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan hingga angka orang hilang dapat ditekan dan risiko banjir susulan lebih terkendali.
Sumber: Sindo News.
